Selasa, 11 September 2012

Tips Melatih dan Merawat Burung Merpati Balap


Latihan :
Dibagi menjadi 3 bagian.
Latihan awal (piyik), latihan intermediate, dan latih tahap akhir (mempersiapkan lomba).
Untuk latih piyik, point terpenting adalah :
- Pengenalan seragam dan geberan
- Pengenalan dan adaptasi suasana lapangan
- Latihan terbang lurus langsung start melejit menuju geberan
- Latihan mendarat/tembak dgn tepat pada geberan.

Latihan piyik dilakukan berulang2 dari jarak sangat dekat dan sedikit2 ditambah jarak sampai piyik benar2 hapal seragam, adaptasi lapangan, terbang dgn lurus dan mendarat dgn tepat.
Dilakukan 2-4 giringan dgn target jarak = max. 200mtr dalam 3-4 giringan.

Usahakan jangan digandeng atau 'tersambar' burung lain. Geber dgn cara jongkok, geberan di tatak ditanah, tepat di depan joki.
Latihan intermediate :
Bila latihan piyik sudah 'lulus'. Maka dilanjutkan dgn tahap intermediate. Fokusnya adlh
- pembentukan otot,
- memantapkan jalur terbang (lurus, tidak melenceng kesamping)
- Mengasah mental dgn sesama burung muda.

Jarak lepas bisa ditambah sedikit drastis. Bisa tambah tiap 50mtr, atau 100mtr, tergantung kecerdasan burung. Harap diperhatikan jalur terbang harus lurus, tidak melenceng ke samping. bila jalur melebar kesamping, jarak lepas dikurangi utk kembali pada titik sebelumnya.
Dgn bertambah jarak, otomatis burung berlatih stamina. Ototnya akan terbentuk. Porsi latihan harus sesuai. Tidak berlebihan. Sekali2 kegandeng musuh tdk apa2. Supaya membiasakan diri dan mengasah mental.
Lama latihan = 4-5 giringan dgn target jarak s/d 1000mtr.
Latihan akhir
Fokus utamanya adalah :
- Meningkatkan staminanya.
- Mengasah mental.
- Menyempurnakan jalur terbang.
Dengan 'menggojlok' burung pada lepasan yg jauh (1000mtr), stamina akan terbentuk. Burung terbiasa utk terbang sampai 7-8X non stop.
Silakan untuk dicoba gandeng dgn burung lain utk uji coba. Gandeng dimulai dari jarak 500mtr, dan terus berlanjut sampai 1000mtr.
Dgn dicoba gandeng, maka mental burung akan terasah. Jalur terbang akan lebih sempurna. Nanti akan terasah kemampuan methil, sprint, pepet musuh, dll. Kalau semua ini sudah terlihat dgn stabil, maka burung siap dilombakan.
Lama latihan = 2 giringan.
Perawatan :
Prinsipnya adalah :
- Nutrisi dan gizi yg seimbang.
- Pemulihan kondisi tubuh setelah latihan.
- Mempersiapkan kondisi sebelum latihan.
Setelah latihan, burung harus diberikan suplement supaya kondisi badan yg pegal2 bisa hilang.
Ketika bertelur dan mengeram, harus dipastikan burung istirahat dgn cukup supaya kondisinya pulih kembali.
Setelah cabut telur, burung harus siap secara fisik. Kondisi harus terus dikontrol dan dipastikan tidak ada masalah. Giring harus bagus. Betina harus sehat, dll.
Oleh:
Ari BMK

Selasa, 26 Juni 2012

Profile Dan Kisah Para Legenda Kancah Merpati

Berbagi info trah balap

1. Khayana
Anak Jantan Pelor dari Pak Bandik Madura, ibu misterius, karakter dari Khayana adalah : harus terbang sendiri, kalau burung lawan berhasil gandeng, Khayana pasti kalah, kalau pelepas berhasil melempar bmentang, pasti Khayana akan terbang sendiri, sprint dari start sampai ke betina dengan kecepatan di atas rata-rata burung merpati balap manapun yang ada luar biasa istimewa), cuma masuknya dari 20 m udah melayang seperti kapal.

2. Mama Chelsie
Bapaknya anak dari "Anak Manja" milik Pak Saryono Jember, ibunya anak Rekong milik Hok-Lay Jember, mama Chelsie ini masih saudara Micky, burung legendaries tahun 1990-an, dari mama chelsie ini keseluruhan anaknya pernah menjadi burung hebat dan juara, kecuali Olympus, belahan Sinar, dan dari anak-anaknya keluar burung-burung yang malang melintang di arena balapan merpati saat ini.

Karakter mama chelsie adalah terbang sprint yang cepat dan tembakan yang dahsyat. Maka kombinasi Khayana dan mama chelsie sampai saat ini belum mampu disaingi kombinasi darah manapun.

3. Putra Tasik
Bapaknya burung tinggian sarlung namanya Singa, dijodohkan dengan betina, namanya "ADOK", adok ini adalah belahan "MAYOR", mayor anak Khayana burung legendaris 1990an.

4. Rencong
Burung legendaris 1998, bapaknya anak Isabela (ternakan Acun Mitra), bapaknya belum sempat dilatih, karena belum ada nama, dipanggilnya Isabela juga, ibunya adalah anak "DRAGON", dragon sendiri adalah anak Khayana.

5. Predator
Dari DR-8, bapaknya adalah anak dari anak Bintang Agung (Acun Mitra) dengan betina Mama Chelsie.

6. Sang-sang
Burung legendaris 1998-2000, ternakan Pak Hasan Yoma, Cirebon, dulu. Khayana ada di kandang pak Hasan dijodohkan dg mama chelsie, keluar : Garis, Chelsie, Iguana, Meong, Sang-sang, Putaw, Atlantic, Primadona, Buntung. Sang-sang adalah burung tercepat yang pernah saya temui di arena balap merpati di Indonesia setelah khayana, pada saat sangsang fit atau kerja, burung-burung yang pernah ketemu sangsang rata-rata ditinggal di atas 300 m. Di antara keturunan Khayana yang terbangnya mirip Khayana hanya SANGSANG, muka sangsang mirip Mama Chelsie. Anak dan cucu sangsang banyak yang menjadi juara 1 dan 2 lomba utama nasional, sebut saja Gumilang, Viking, Ababil, Berlian, Colombia atau Kelabang Hitam, Road Star, Singa Muda, Guntur, Gesper (Roy Akas) dll.

7. Leonard
Anak dari adik Beatle (burung juara ternakan Acun Mitra) dengan betina CHO kakak Putaw, betina ini adalah ibu dari Reanaged atau RG, KONON waktu diborong Ko Apin dari kandang DR-8, pasangan adik Beatle ini sedang giring, tapi ibunya tidak lama kemudian mati meninggalkan telor Leonard.

8. Codet
Anak Roda Gila dengan betina darah Sultan (burung legendaris darah Mercynya Wahing-Malang), ternakan Acun Mitra, menurunkan burung dengan karakter sprint dan tembak yang luar biasa.

9. Dinasti
Anak Khayana, saat ini keturunannya sedang In atau ngetrend di arena balap nasional, sebut saja Enduro, Singalaga, Singo Edan dll.

10. Batavia
Ternakan CHO, banyak menurunkan burung juara, sebut saja, Komentator, PSK 66, Tiger Wood dll.

11. Olympus
Anak mama chelsie, juga banyak menurunkan burung merpati papan atas, Sebut saja Siliwangi, Prothon dll, Ring ALOEN.

Mohon diluruskan jika ada yang salah, disadur dari primbonnya Bp. Iwan Rimang.

Rabu, 15 Februari 2012

Keberadaan Trah MB Juara

NO - NAMA BURUNG - POSISI
1. BATAVIA - MAKITA TEAM (JAKARTA)
2. MONSTER - TERORIS TEAM
3. JAGUAR, GALAXY, PIERO - JAGUAR BIRD FARM(JAKARTA)
4. JOKO PEKIK - ILSOGNO(KELAPA GADING)
5. SINGALAGA,FERNANDO, PSK 66,PUTRA MENGGER - TEAM HOKI (BANDUNG)
6. NAGA SAKTI - TEAM SPORTIVO (SRAGEN)
7. JAMAICA, ENDURO, SANGKUR, SINGA AFRIKA - PALEM (TASIK)
8. MATADOR (Bapak Terminator n kakak Monster), PUMA - TEAM FAIR (SEMARANG)
9. MARINA, NADINE - TEAM LEONARD (SEMARANG)
10. PENHAOUSE, HIPNOSTIS - TEAM BATAVIA
11. MARTINI - GATHOTKACA - TEAM FAREL
12. ANCAMAN / BALITUNGAN - TEAM BINTANG (SOLO)
13. SUPERBOY - TEAM FAMILY (SUMEDANG)
14. B2, PUTRA CPM - TEAM CPM
15. MAWAR - TEAM ASBETA
16. TORRES, BINTANG CPM/KHARISMA, OBAMA/BINTANG MONSTER - RIZKY THI
17. KELANA 6 / BIG BOSS - TEAM TOPSONG (KLATEN)
18. JOKO PEKIK, JANOKO - PAK KONENG
19. MEGALAMON - TEAM MICKY (SEMARANG)
20. PUTRA MADURA, TALIBAN - TEAM FERRARI (PALEMBANG)

Jadwal Lomba Liga Jatimbar IV

1. Pacitan, tanggal 6 - 8 April 2012
2. Jombang, tanggal 4 - 6 Mei 2012
3. Kediri, tanggal 1 - 3 Juni 2012
4. Sidoarjo, tanggal 24 - 26 Agustus 2012
5. Nganjuk, tanggal 21 - 23 September 2012
6. Madiun, tanggal 19 - 21 Oktober 2012

Selasa, 14 Februari 2012

Kenapa Burung Sakit

Merpati sebatulnya burung yang punya daya tahan tinggi terhadap penyakit. Bahkan merpati mempunyai sistem anti-bodi yang membuatnya tidak tertular oleh virus H5N1 (flu burung). Kalau kita perhatikan burung merpati liar, hampir tidak pernah dijumpai merpati yang patekan, ND ataupun goham. Jarang sekali saya liat di taman-taman ada merpati yang sakit.

Bagi pemain merpati yang sudah lama, tentu ingat bahwa sebelum tahun 1980-an jarang sekali ada merpati yang sakit. Pada hal pada saat itu perawatan sangat sederhana. Obat-obatan kimia, hampir tidak dikenal atau tidak digunakan. Kandang merpati dapat dikatakan tidak pernah dibersihkan dan semua burung tetap sehat.

Tapi kalau kita lihat akhir-akhir ini, merpati justru terlihat sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit mulai dari patek, cacingan, kutu, hingga penyakit yang lebih berat seperti goham, ND, paratyphoid, dll.
Kenapa hal ini terjadi...Apakah karena kebersihan udara, lalu lintas burung yang semakin tinggi, makanan yang tercemar zat kimia, lingkungan yang semakin kotor, atau ada sebab lain????
Kalau saya perhatikan, apabila ada burung seorang rekan yang sakit, maka fokus perhatiannya hanya pada obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Sebetulnya yang lebih penting adalah mencari sebab kenapa burung kita sakit.
Sebagian besar penyebab burung kita sakit adalah kandang yang tidak sehat. Ciri-ciri kandang yang tidak sehat antara lain: burung terlalu padat, lembab, kurang ventilasi, dan tidak kena sinar mata hari. Penyakit patek sebetulnya tidak perlu diobati pun akan sembuh sendiri sepanjang kandangnya sehat dan kering. Cukup dijaga agar jangan infeksi.
Agar sehat, burung harus kena sinar mata hari minimal 30 menit setiap hari. 25 % areal kandang sebaiknya juga kena sinar mata hari dan memiliki ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara.
Kandang yang lembab, selain karena kurang sinar mata hari dan kurang ventilasi bisa juga karena bocor saat hujan. Mencuci kandang dengan air (ngepel), sebaiknya jangan dilakukan sore hari saat sudah tidak ada mata hari karena akan menyebabkan udara dalam kandang menjadi lembab di malam hari. Mengepel kandang lebih baik dilakukan pada pagi atau siang hari sehingga mudah kering.
Kebersihan kandang tidak identik dengan kesehatan kandang. Bersih belum tentu sehat, tetapi kotor juga belum tentu tidak sehat. Dalam sistem kandang ada yang dikenal dengan istilah "deep flooring" atau "deep litter". Bagi kawan2 yang pernah berkunjung ke kandang Bang Je, peguponnya sangat kotor dan konon seumur-umur sarangnya nggak pernah diganti. Ini yang disebut dengan "deep litter". Sistem deep litter boleh dipakai dengan catatan tetap kering dan burungnya sehat. Di kotoran burung sebenarnya ada yang disebut dengan "good bacteria" atau bakteri yang baik. Ciri-ciri "good bacteria" adalah tidak berbau. Kalau kotoran burung bau menyengat, itu tanda-tanda burung tidak sehat dan umumnya terkena coccidiosis atau penyakit pencernakan lainnya. Sarang boleh saja tidak diganti, tetapi sebaiknya saat ada panas dijemur agar tetap kering dan membunuh kuman, kutu atau cacing.
Penyebab lain burung sakit adalah karena stress dan kurang istirahat secara baik. Stress bisa disebabkan oleh berbagai macam seperti latihan yang berlebihan, gangguan predator di kandang, kandang terlalu padat atau kandang yang tidak sehat. Kita sering menyepelekan masalah kutu. Padahal burung yang kutuan banyak kerugian seperti anemia, bulu rusak dan stress karena pada malam hari tidak dapat istirahat diganggu oleh gigitan kutu.
Burung liar tetap sehat karena makanannya balance atau seimbang. Burung yang dikurung beresiko makanan tidak seimbang (karbohidrat, protein, fat, mineral, micro-mineral, vitamin). Oleh karena itu perlu diperhatikan makanan yang seimbang sesuai kebutuhan (saat main, angrem, mabung, meloloh atau istirahat).
Burung sakit bisa juga karena tertular burung lain. Oleh karena itu perlu hati-hati memasukan burung asing. Bukan hanya burung pasar saja, tetapi juga burung dari peternak lain. Karakteristik bakteri yang ada pada 1 kandang dengan kandang lain bisa berbeda. Burung kita sudah terbiasa hidup dengan bakteri yang ada dikandangnya. Begitu masuk bakteri dengan strain yang berbeda yang dibawa oleh burung baru, maka sistem antibodi-nya tidak mengenali strain bakteri tersebut.
Selain masalah-masalah di atas, manajemen kesehatan seperti vaksinasi, pemberian obat cacing, obat kutu, coccidiosis secara berkala dan teratur tentu sangat penting.
Salam, semoga burung kita tetap sehat.

JADWAL LOMBA SI PPMBSI TAHUN 2012

1. Tanggal 23-25 Maret 2012 Tempat Bandung
2. Tanggal 20-22 April 2012 Tempat Surabaya
3. Tanggal 18-20 Mei 2012 Tempat Jakarta
4. Tanggal 15-17 Juni 2012 Tempat Semarang
5. Tanggal 13-15 Juli 2012 Tempat Jogjakarta
6. Tanggal 07-09 September 2012 Tempat Cirebon
7. Tanggal 05-07 Oktober 2012 Tempat Madura (Aniversary)

Senin, 02 Januari 2012

Merpati Sprint hoki team "Terminator" Terbaik 2011

MERPATI balap sprint "Terminator" milik Kiki Hoki (Hoki Team) Bandung, tampil menjadi yang terbaik di Indonesia tahun 2011. Untuk menyandang gelar juara terbaik selama 12 putaran, Terminator dua kali menjadi juara pertama dan satu kali sebagai runner up dengan total nilai poin tertinggi 864,1. Perolehan nilai tersebut baru pertama kali terjadi dalam lomba merpati balap sprint di Indonesia. Sedangkan posisi kedua disabet peserta lain. 

Sementara andalan Kiki Hoki lainnya yaitu "New Armada", berada di posisi juara ketiga dengan perolehan nilai 400 lebih. Selanjutnya "Dinasty" yang telah merajai selama dua tahun, kali ini harus turun peringkat ke posisi juara empat.

Kiki Hoki ketika ditemui di arena lomba Lanud Sulaeman, Kabupaten Bandung, Minggu (17/7) menjelaskan bahwa lomba yang diselenggarakan oleh Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonseia (PPMBSI) bekerjasa sama dengan BnR, jumlah pesertanya meningkat dari tahun sebelumnya. Menurutnya, dalam lomba merpati balap sprint hasil juaranya benar-benar murni karena tidak ada unsur rekayasa. Apalagi dalam setiap gelarannya perolehan poin selalu diumumkan secara terbuka.

Terminator sebagai yang terbaik tahun 2011, mendapat nilai tertinggi bila dibandingkan dengan para pesaingnya. Sehingga berhak penampilannya yang supergemilang, sang empunya beerhak mendapatkan haduah uang pembinaan sebesar Rp 90 juta. 

Sebelum acara penobatan juara bagi Terminator, jauh-jauh hari Kiki Hoki timnya sudah merayakan pesta karena raihan nilai yang diperoleh Terminator tak mungkin lagi terkejar oleh para pesaingnya. Raihan poin tertinggi yang diraih Terminator pun, sekaligus memecahkan rekor poin tertinggi selama gelaran PPMBSI.

Kiki lebih jauh menambahkan, Terminator termasuk burung yang usianya masih muda tetapi kualitas kecepatan terbangnya benar-benar sangat istimewa sehingga mampu mengalahkan Dinasty yang telah menjadi juara dua kali berturut-turut pada tahun 2009 dan 2010. "Meski begitu, Dinasty yang memakai ring Hoki masih tetap berjaya sehingga mampu menjadi juara keempat di Indonesia," pungkas Kiki Hoki.


(sumber GALAMEDIA www.klik-galamedia.com)