Kamis, 12 September 2013

Tip & Trik Latihan Merpati Balap Sprinter Pemula



 KASMARAN 
 Trah :
Bpk : Orlando ( Karya ) anak Jantan Dynasty (CHO)
Ibu : Anak Limousine ( GKM )

Mungkin ini sebagian dari pengalaman saya dalam melatih piyik  Giringan I dan Latihan I : target jarak tempuh max. 25 M Seperti manusia, merpati balappun harus mulai latihan dari dini yaitu umur 3,5 s.d 4 bulan dan rutin dalam melakukan melakukan latihan fisik. Tujuannya adalah agar otot-otot pembalap terbentuk dengan baik dan kondisi fisik pebalap menjadi prima mental juga terjaga dengan baik dan menjadi petarung sejati.

Giringan I dan Latihan I : target jarak tempuh max. 25 M
Hari 1 (Kamis)


Latihan harus dimulai dari jarak pendek : 1 m, 2 m , 5m 7 m & 10 m, Jarak 10 M ini diulang terus sampai pembalap terbang lurus & shooting kencang.
Lakukan 3 s.d 5 kali putaran latihan hari 1 ini.
Dalam jarak pendek ini betina tetap menempel ditanah.
Note :
- di bagi 3 sesion, masing 2 sesion 5-6 x terbangan.
- Perhatikan begitu pembalap lelah/ tembakan melemah harus segera istiharat. Dalam istirahat pembalap kasih minum sedikit, semprot daging dada dan ketiak sayap, fungsi penyemprotan ini disamping mendinginkan suhu badan pembalap juga berfungsi agar pembalap tidak terbang naik dan tetap terbang bawah mendatar. Setelah cukup isirahat dalam kondisi dada dan ketiak sayap masih lembab latihan dimulai lagi dari jarak 5 m kemudian 10 m diulang terus Lakukn 3 s.d 5 kali putaran latihan hari 1 ini.
Dalam jarak pendek ini betina tetap menempel ditanah
- Interfal antar sesion = 10 / 15 mnt

Hari 2 (Jumat):
Sesion 1 : Latihan masih tetap dimulai dari jarak pendek : 5m kemudian10 m
Sesion 2 : masih tetap menempuh jarak 10 m
Sesion 3 : dimulai dari 10 m, kemudian mundur 15 M x7
Perhatikan jika burung terbang masih semangat n tembak gak kendor bisa di tambah terbangan jika tidak kembali ke jark 10 M, dst

Hari 3 (Sabtu)
Sesion 1 : Latihan masih tetap dimulai dari jarak pendek : 5m 10 mx5
Sesion 2 : masih tetap menempuh jarak 10 m kemudian 15M
Sesion 3 : masih tetap menempuh jarak 10 m ,15M dan 20 M
Putan ke 4 dimulai 15m, 20 m dan 25 M
Hari 4  (Minggu)
Dimulai dari 10 m, 15 m, 20 m dan 25 M dst.
Note : Kalo saya pribadi sih cukup di mentokin di 25 mtr, (tapi kalo burung cerdas bisa di tambah sesuai keinginan anda).
Perhatikan dalam jarak pendek ini betina tetap menempel ditanah. Biarkan burung landing di atas betinaannya.
Giringan II.
Target jarak tempuh max 50 M
Hari 1 dan hari ke 2 tetap menempuh jarak max 25 M
Hari ke 3 sampai 40 M
Hari ke 4 baru mencapi 50 M

Giringan III.
Target jarak tempuh max 75 M

Giringan IV. ( 2 bulan)
Target jarak empuh max 100 M

Session I : Saya bagi 4 : 25 meter, 50 meter, 75 meter dan 100 meter. Di 100 meter bisa 4 - 5 kali lepasan, tergantung kondisi burung (mas harus tanya penerbang, apakah brung masih mampu latih di terbangan ke 5). Kalo saya pribadi seringkali hanya 4 terbangan.

Istirahat: Burung jangan langsung dikasih minum, sebelum mulutnya ngatup. Setelah ngatup, baru dikasih minum (1 tutup botol aqua/ burung - jantan dan betina juga dikasih ya). Istirahat sekitar 15 menit, rasanya cukup.

Session II : Saya bagi 2 : 50 meter dan 100 meter. Di 100 meter 4 - 5 kali lepasan lagi.
Istirahat: idem dgn atas, langsung pulang.
Saya memang ga pernah/jarang latih sampai 3 session, saya ga mau memforsir burung.

Kelemahan pola ini : Tenaga burung agak lambat muncul.
Kelebihannya          :  Burung akan awet otot2nya, sehingga burung bisa terus dipake sampai umur 4-5 tahun. Keunggulan lain burung akan terbiasa mempunyai sprint/ karakter sprint ngotot sebelum shoot.

Giringan V.
Apabila jarak tempuh 100m pembalap sudah benar2 lurus dan shooting tetap kencang dan tepat , pembalap bisa ditambah jarak tempuh sampai dengan 150M

Dijarak tempuh ini joki mulai mengatur tembakan yang dikehendaki, jika joki tidak gemuk usahakan tembakan setinggi lutut dan jongkok dan peluk dalam perut agar pada saat lomba yang sesungguhnya pembalap tidak akan lepas.

Giringan berikutnya mulai diundur pelan-pelan untuk menempuk jarak lomba yang 1 yaitu 500 m .
Perhatikan agar pembalap tetap terbang lurus , begitu terbang goyang dan mengambang apalagi berputar langung tarik kedepan lagi dalam jarak pendek atau jarak ideal tetap terbang datar dan lurus. Jarak tempuh 500m atau sprint ini diulang terus sampai pembalap Jalur terbang nya bagus benar-3 kencang tembaknya tepat, setelah kencang bisa diundur 750m dan 1000 M atau jarak lomba yang sebenarnya.
Saya pernah juga nyoba burung piyik dilatih session 3 kali, pas session ke-3 nya diperhatikan kok sprintnya jadi kurang. Nah bahayanya, kalo kebiasaan sprintnya kurang, burung saat lomba akan membiasakan diri seperti itu. Memang tenaga burung besar tapi kecepatannya kurang bagus dan ngga ngotot. Toh dalam merpati balap kita melatih tipe sprinter bukan binaragawan kan..hehehe...

Coba direnungkan dalam lomba nasional pun maksimal burung terbang itu sekitar  9-10 terbangan saja.

Ini sekedar sharing kebiasaan latih saja, setiap orang berbeda metode, cara, perawatan, jamu/obat dls..
Lepas 25 M, 50 M dan 75 Meter sih, saya pikir cukup sekali ..kecuali burung muter atau kinerjanya berubah..misalnya shootnya jadi ngawur. Saya pikir harus didekatkan kembali dan diulang.
Kalo saya dalam melatih piyik agak lama dekatnya (jarak 400-500 m), bisa 3 kali giringan. Kalo dah stabil dan tenaga mampu..baru dimundurkan lagi sampai mentok. Kalo tenaga burung, mental dan kinerjanya dah bagus mah..saya pikir mudah untuk dimentokin.
” Untuk latihan-2 selanjutnya walaupun sudah mencapai jarak 1000M, latihan rutin tetap dimulai dari pendek miniml 50 m sebagai warming up, dst. “

” Sedikit tambahan, untuk ngelatih piyik, posisi tangan joki harus diusahakan sedekat mungkin dengan tanah, kalau saya pribadi geberan saya tarik ke tanah, gunanya nanti kalau burung sudah jauh masuknya tidak suka njoblos naik, tapi ngesutnya ke bawah.”

” Dan satu hal lagi yang harus diingat, musti sabar dan jangan pernah di gandeng dulu sampai lot. Hal yg perlu di perhatikan u/ mencari gandengan Jangan cari lawan gandeng yang galak, kalo bisa yg sama 2 piyik. Gunanya supaya mental tidak rusak.”

Melatih Merpati Balap Sampai Bisa di Adu 500 m

 Burung mulai bisa dilatih setelah ia giring bagus. Biasanya mulai sisa lar 4. Kadang ada burung yg lar sisa 7 sudah bekur. Sebenarnya lar tdk bisa dijadikan patokan kapan burung mulai dewasa. Burung memasuki masa dewasa rata2 stlh berumur 4 bulanan.

Program latihan pertama : Pengenalan lapangan dan betina geberan.
·         Sebelum ke lapangan, ada baiknya piyik dilatih di kandang saja naik/turun supaya kita yakin bahwa burung sudah mengenal geberan.
·         Sampai dilapangan, kita harus yakin bahwa burung tdk berubah giringnya. Biarkan dalam kandang 10-15 menit supaya adaptasi dgn lingkungan baru. Ada beberapa kasus, piyik terlihat bingung melihat suasana lapangan yg sama sekali berbeda. Hal ini bisa mengakibatkan burung kabur mencari jalan pulang.
·         Latihan pertama dilepas dari jarak 1-2 mtr saja berturut2 sampai 5-7x lepasan. Intinya supaya burung paham dgn geberan dan adaptasi suasana baru di lapangan.

Program kedua : burung terbang lurus menuju joki tanpa melenceng ke kiri kanan
·         Kalau sudah kenal geberan dan adaptasi lapangan (burung tdk celingukan), jarak lepas boleh ditambah 5 s/d 10 meter.
·         Pastikan terbang lurus dan burung hinggap tepat pada betinanya. Lakukan 5-6x lepasan. Setelah itu istirahat utk fase berikutnya.
·         Lakukan geber sambil jongkok saja. Burung betina 'ditatak' ditanah.
·         Bila arah terbang sudah benar, tembak sudah tepat sasaran (tdk melenceng sedikitpun), maka jarak lepas bisa ditambah 20, 30, 40, 50, 75, 100, 125, 150, 200, 250, dst. Masing2 titik dilepas 5-6x, interval istirahat 15 menit utk dilanjutkan titik berikutnya.
- Bila arah terbang melenceng, stamina jelek dan tembaknya melenceng, jangan ditambah jarak lepasnya.
Program ketiga : Uji mental.
·         Setelah sampai jarak 500mtr (sekitar 5-6 giringan) dan bila terbang dan tembak sudah benar2 pas dan stabil, maka boleh dicoba gandeng dgn burung lain pada jarak lepas 200-300mtr.
·         Ini utk mengetahui sejauh mana mental burung kalau digandeng dgn musuh. Bukan utk melihat kecepatan terbangnya.
·         Harus diingat, musuh gandengan sebaiknya jangan burung tua dan galak. Lebih bagus kalau sama2 muda.
·         Gandeng dgn musuh cukup 1-2x lepasan saja.
Program ke empat : Peningkatan stamina.
·         Setelah burung sampai lepasan 1000mtr (8-10 giringan), Boleh iseng2 coba ikutan lomba sprint jagungan hari jumat (jarak lepas 500mtr).
·         Pastikan mentalnya sudah bagus, stamina dan tenaga mencukupi, tembak sudah stabil dan tepat.
·         Hari sabtu dan minggu tdk usah ikut lomba. Sebaiknya burung digojlok saja di hari minggu atau senin utk ikutan lomba 1000mtr pada giringan berikutnya.
Catatan / tips :
Ø  Usahakan sebisa mungkin geber dgn betina sebats lutut. Hal ini berguna melatih burung agar tembak tepat sasaran.
Ø  Tiap sehari latihan terdiri dari 3 set. Masing2 set terdiri dari 5-6x lepasan. Interval tiap set adalah istirahat 15 menit. Burung diberi minum.
Ø  Gojlok pada akhir masa giringan (biasanya hari minggu atau senin, ketika sore hari akan bertelur) terdiri dari 4-5 set. Harap perhatikan kondisi burung jangan sampai over training.
Ø Bila terlalu lelah, biasanya giringnya hilang. Maka pada hari kamis, jumat dan sabtu jangan dilatih sampai terlalu lelah.

Stamina bagus tercipta bila burung sudah cukup volume ototnya.
Yang bisa kita lakukan adalah memberikan latihan yg sesuai porsi (jangan dipaksakan, bisa2 ototnya malah cedera). Selanjutnya pemberian makan, suplement dan vitamin yg bisa memacu terbentuknya otot.
Selain itu, setelah latihan, burung harus dirawat agar stamina dan kesegarannya bisa pulih kembali. Antara lain dgn pemberian jamu2an.
Cara latih burung balap prinsipnya tdk sama dgn tinggian. Kalau pada tinggian, burung dilatih supaya bisa mencari jalan pulang sendiri (berputar2 terbang lambat).
Sebaliknya, burung balap harus selalu terbang lurus langsung sprint cepat. Maka latihannya sedikit2 penambahan jaraknya agar dia tdk usah berputar2. Hal ini akan menjadi kebiasaan. Kalau sudah mapan, dimanapun lapangannya, dia akan langsung terbang lurus kemanapun arah tangan melepas. Langsung lari...
Maka jangan heran bila burung muda yg baru pertama kali ditambah jarak lepasnya, stamina akan turun lebih cepat. Terutama pada jarak lepas diatas 500mtr.
Catatan penting:
Hanya perlu diperhatikan bahwa melatih burung balap itu terutama keadaan kondisi burung harus dalam kondisi prima, pembentukan kondisi disini sangat berpengaruh pada saat burung tersebut pada saat ngeram, jgn terlalu banyak diumbar (bila tidak menggunakan kandang macan) usahakan mengumbar burung balap maksimal pagi hanya 1 jam dan sore hari 1 jam, makanan dikandang harus kondisi full baik jagung & kacang hijau serta vitagrit.. karena kondisi dan fisik masing2 burung berbeda2 jangan disamakan antara burung satu dengan yanga lain..
kalau saya menjauhkan burung balap itu nomor 1000.... yang terpenting burung dilatih dalam kondisi prima (daging dada terbelah dan berbentuk merah) baru saya baru brani melatih burung tersebut, dan tiap sesion latihan sama dengan yg lain 5-6 sesion tapi istirahat tiap sesion 20 - 30 menit.
Yg saya perhatikan pada saat melatih terbang burung tersebut harus mengeluar kan tenaga (full power), bila tidak keluar tenaganya selesai latihan harus dievaluasi kondisi burung, apa penyebabnya mungkin kondisi...
Saya biasanya 5 - 6 giringan paling jauh hanya 500 meter, dan bila burung terbangnya sdh mengeluarkan tenaga baru saya jauhkan 800 s/d 1000.. demikian semoga bermanfaat...
TIPS MERAWAT MERPATI SEBELUM TURUN LOMBA
Ada banyak cara untuk merawat merpati sebelum lomba, tapi kalo saya selaen melatih merpati secara teratur dan terarah hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah nutrisi, seperti "jamu" or "doping" . banyak sekali obat2an yang beredar di pasar kalangan pecinta burung merpati.mulai dr harga yg standar sampe yg gila2an.tp tentu saja kualitas / hasil lomba tidak ditentukan oleh harga doping.
sebelum lomba saya jauh2 hari sudah memberi nutrisi kepada merpati secara rutin.cukup simple aja, madu, telur, terkadang saya campur dengan royal jelly.saya lebih suka menggunakan bahan yang alami supaya menghindarkan merpati dr efek samping.
Pagi hari sebelum lomba merpati saya beri makan secukupnya dan tentu tidak lupa nutrisi yang saya kurangi 1/2 dr porsi biasanya, dan kira2 2 jam menjelang lomba saya memberikan 4 butir kacang tanah mentah.
            Merpati siap lomba, berarti burung tsb sudah siap secara mental dan fisiknya.
Hal yg harus dilakukan adalah menjaga kesehatan, kebugaran dan kondisi giringnya.
Burung yg siap lomba harus sehat jantan dan betinanya. Vitamin harus cukup, kandang dan tubuh burung harus selalu bersih dan segar. Burung beserta kandangnya harus cukup terkena sinar matahari.
Untuk menjaga bahkan menambah kebugaran stamina dan tenaga biasanya diberikan suplement khusus penambah stamina. Bisa berupa jamu ramuan tradisional atau bahkan ada yg memberikan doping.
Kondisi giring juga berpengaruh terhadap terbangnya. Burung yg giring keras biasanya akan memacu terbangnya secepat mungkin. Untuk itu burung harus diusahakan selalu kawin terutama tiap sore hari sehabis makan.

Cara Melepas Merpati Balap di Patek / Tempat Pelepasan

Cara/Tip/Trik agar startnya bagus, ada beberapa faktor mas:
1. Faktor Pelepas, pelepas ini juga salah satu faktor yg menentukan. Nurut saya pelepas yg baik dia bisa tau mau nya burung itu di lepas kek mana. Tentunya masing 2 burung beda-beda.
- Ada yang gitu di lepas bentang langsung lari
- Ada yang minta di lepas di belakang.. trus baru semangat ngejer lawan.etc.
2. Emang Udah Karakter, Mungkin udah karakter bawaanya burung tsb startnya lambat.

Mungkin salah satu cara ngakalin nya, Pelepas jangan sampe kecolongan pada waktu start. Lempar kedepan sejauh mungkin burung kita duluan dari lawan untuk menutupi kekurangan burung kita yang memiliki start lemah, (tentunya yah ada tehniknya bukan sembarang lempar jauh 2 hehehe).

terima kasih sekali.

Cara Perawatan dan Pertumbuhan Piyik

Kalau saya, selama meloloh induk lolohnya sy kasih voer babi supaya piyik cepat besar dan sehat. Setelah bisa makan sendiri, makannya : Jagung dicampur voer babi. Jagung + voer babi ini diteruskan sampai burung bekur dan siap dijodohkan.
Jangan lupa pemberian vitamin B Kompleks, minyak ikan dan kalk.
Hasilnya badan gemuk, padat dan siap dilatih ala militer.
Sebaiknya setelah dipisah, piyik dicampur dgn piyik2 juga. Jangan dicampur burung lain yg sudah dewasa. Piyik yg sudah bekur dewasa segera dipisah utk dijodohkan dan bisa memberi kesempatan pada yuniornya utk belajar bekur.
Garis besar hampir sama, cuma saya begitu piyik netas saya kasih pur bangkok dewasa(594, A2, AD2) supaya tdk terlalu gemuk dan calsiumnya bagus untuk tulang sampai bulunya lengkap. setelah itu murni jagung, kacang hijau, bras merah kadang,2 diberi kacang tanah. Setelah bulu kurang 5/4 bulu ekor di cabut agar tulang sayap bekerja dan berkembang optimal. Tetapi besar kecil piyikan di tentukan darah/keturunan. Klo bawaan body memang kecil biar di kasih pakan apapun tidak banyak pengaruhnya. hanya burung jadi sehat dan trengginas. Klo bawaan besar di biarin aja ya akan jadi besar. Yang ikut mempengaruhi adalah ke pintaran baby sitter nya dalam meloloh agar piyikan perkembangannya pesat atau sehat.

Jemur burung harus berapa jam ?

Masing2 orang beda cara rawatnya. Tidak ada yg 100% benar atau salah.
2 jam atau 4 jam, tentu punya alasan sendiri.
Kalau saya, cukup 2 jam saja. Dgn catatan, matahari bersinar terang, tdk mendung. Kalau agak mendung2, mungkin dilebihkan saja jemurnya.
Menjelang latihan atau lomba, tdk perlu jemur lama. Cukup 1 jam saja. Kalau kelamaan, nanti pas latihan malah kecapean...
Kalo saya biasanya jemur burung pada waktu membersihkan kandang. (yah mungkin perlu waktu 1-1,5 jem untuk bersiin kandang)
Waktu bersiin kandang burung di keluar kan smua di jemur, gitu kandang dah bersih.. burung isa di adem kan di tempat yg rada dingin 10-15 mnt, sembari kita siapin pakan ke kandang.. trus masukin ke kandang lagi deh.. beres.
Memandikan burung usahakan hanya setelah cabut telor dan setelah burung tersebut setelah betinanya bertelor (sdh tdk dilatih) hanya jantannya saja, tujuannya selama burung tersebut dilatih kemungkinan burung tersebut terlalu banyak dipegang walaupun pelepas menggunakan sarung tangan namun bulu2nya tetap kotor.. sedangkan setelah cabut telor hanya sekali dimandikan, hari selanjutnya tetap dijemur namun tidak perlu dimandikan hanya diperlukan disemprot namun putar ukuran paling kecil sehingga air keluarnya dari semprotan seperti embun jangan terlalu basah tujuannya selama dijemur bulu tidak kering karena kena sinar matahari walaupun pagi hari..
burung mandi:
untuk membersihkan bulu, kutu dll, jg untuk mengakhiri masa mengeram, untuk melatih pernafasan dan utk membentuk otot. dimandikan saat setelah cabut telor. dan brg jantannya pelu di rendam saat mengeram.

Untuk penjemuran
lamanya Penjemuran jg hrs melalui latihan secara bertahap, lama penjemuran sekitar 1-1,5 jam (secukupnya klo piyikan tdk kuat ya di teduhkan) klo brg jantan yg sdh jadi saat mengeram hrs di kelantang (penjemuran yg lama s/d jam 11-12 siang untuk menguatkan nafas.

MEMPERBAIKI BURUNG RUSAK

1.    Mungkin dari cara geber yg salah. Kalau sering jeblos ke kanan, posisikan geberan agak lebih di kiri. Kalau memang tdk bisa diperbaiki, biasanya di loloh dulu dan dilatih lagi dari awal.
2.    Memperbaiki burung takut, agak sulit mas... krn kita harus pastikan burung jangan kegandeng dulu sebelum benar2 siap. Ini menjadi sulit krn kalau dilatih di lapangan, tentu ada saja burung lain yg terkadang mengejar burung kita.
Sekedar berbagi, menurut beberapa pengalaman dari teman2 yg memperbaiki burung takut :
Ø  Diloloh dulu, dilatih dari ulang.
Ø  Dikasih ekstra makanan dgn protein yg tinggi
Ø  Mulai latihan awal coba digandeng mulai kamis - minggu.
www.merpati.org

Rabu, 28 Agustus 2013

PERATURAN LOMBA MERPATI BALAP SPRINT TAHUN 2013

Pasal 1
  1. Lomba merpati balap sprint diperuntukan hanya untuk anggota Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint lndonesia dan undangan.
    Pasal 2
    Pendaftaran merpati langsung kemeja panitia dengan mengisi formulir, isilah nama merpati, warna jantan dan betinanya, asal kota, sesuai dengan tempat dan kedudukan pemilik (ketentuan kepemilikan pada burung pada saat mengikuti lomba-lomba Nasional: setiap burung dapat berubah kepemilikannya selama musim berlomba tahun berjalan, bilamana ada perubahan maka POINT yang telah didapat TETAP dan tidak dibenarkan merpati mempunyai dua nama, apabila terjadi maka point yang telah didapat keduanya dihilangkan), nama joki, nama pemilik, Nomor Kartu Tanda Anggota dan nomor cincin.
    Pendaftaran dibuka jam 09:00 dan ditutup jam 11:00 atau jam dapat dirubah dan panitia diharuskan memberitahukan sehari sebelumnya, tidak ada pendaftaran kembali kecuali daftar ulang bagi merpati yang kalah pada babak pertama dan pendaftaran ulang harus melampirkan bukti pendaftaran pertama. lnipun tergantung dari keadaan cuaca dan jumlah peserta, jika cuaca atau jumlah peserta menurut panitia tidak memungkinkan atau melampaui batas, maka daftar ulang ditiadakan atau dibatasi.
    Pasal 3
    Setiap lomba akan dimulai, lapangan harus dikosongkan dan joki dengan didampingi satu orang pendamping untuk segera masuk patik berdasarkan nomor urut pelepasan melalui pengocokan kartu dan kartu tersebut diserahkan kepada panilia sebelum joki memasuki patiknya.
    Joki dilarang keluar patik sebelum wasit menentukan pemenangnya. Bilamana terjadi joki memasuki patik bukan pada nomor urutan yang benar, maka merpati milik joki yang salah tersebut dinyatakan kalah, sedangkan untuk kedua merpati yang ada urutan pelepasan tersebut dinyatakan draw, pelanggaran terhadap ketentuan ini dinyatakan kalah atau diskualilikasi.
    Pasal 4
    Bagi peserta yang telah menerima nomor pelepasan, segera memberangkatkan merpatinya dan apabila teriadi keterlambatan pengiriman merpati kepelepasan, dianggap mengundurkan diri atau diskualilikasi dan penerbangan dilakukan secara bertahap atau gelombang demi gelombang dan diberikan waktu untuk mengelop merpati sebelum pelepasan gelombang selanjutnya dilakukan.
    Pasal 5
    Merpati tertukar, terlepas baik sengaja atau tidak, maka merpati dinyatakan kalah. Panitia tidak memberikan toleransi atas kelalaian peserta lomba. Joki pelepas dan joki finish harus diberi rekaman nomor pelepasan oleh petugas atau panitia.
    Pasal 6
    Sebelum melepaskan merpatinya, pelepas diharuskan menyerahkan nomor urut pelepasannya ke petugas pelepasan dan kedua pelepas harus segera masuk ke dalam lingkaran patik pelepasan yang lelah tersedia dan diawasi oleh wasit pelepasan, bila merpati dilepas dengan pelepa berada di luar lingkaran patik, maka merpati tersebut dinyatakan kalah atau diskulifikasi.
    Jika merpati yang dilepas tidak mau terbang, pelepas diperbolehkan melepas kembali paling banyak 3 (tiga) kali termasuk pelepasan pertama, lebih dari itu maka merpati tersebut dinyatakan kalah atau diskualifikasi, pada saat pelepasan kembali, pelepas harus berada didalam lingkaran palik semula.
    Pasal 7
    Merpati dinyatakan sah dilepas setelah mendapat aba-aba lengkap, siap dilanjutkan bunyi peluit (priit) atau tanda bunyi yang lain oleh wasit pelepas. Wasit pelepasan berhak mendiskualifikasi pelepas yang melepas merpatinya lebih dahulu (sebelum peluit berbunyi), dengan kata lain merpati yang bersangkutan dinyatakan kalah.
    Bila terjadi kedua pelepas tidak luga melepaskan merpatinya sampai lima hitungan setelah aba-aba lengkap, maka wasit pelepas berhak mewakili kedua pelepas tersebut dan merpati dilepaskan bersama oleh wasit pelepasan.
    Pasal 8
    Setelah melepas merpatinya, pelepas tidak diperbolehkan melempar benda apapun, ke arah merpati yang dilepas dan sanksi lerhadap pelanggaran tersebut dinyatakan kalah atau didiskualifikasi.
    Pasal 9
    Merpati dinyatakan sah menang jika merpatinya lebih cepat / lebih dulu hinggap, pada siku ke bawah atau badan, kaki, ekor, sayapnya terpegang oleh joki dan joki harus berada di dalam patik, barulah wasit finish menunjuk pemenangnya (penunjukan yang terakhir). Setelah dinyatakan merpatinya menang, joki harus melaporkan atau menyebut nama merpati dan kotanya ke pengawas lomba di lapangan.
    Pasal 10
    Jika merpati jatuh di tanah atau hinggap ke penonton, maka merpati boleh diambil oleh joki dengan kedua kaki tetap berada di dalam patik. Jika kedua merpati hinggap di luar jangkauan tangan joki, tetapi masih di sekitar daerah finish, baik di penonton maupun di tenda, wasit yang memutuskan memberikan kemenangan bagi mepati yang hinggap pertama ke joki atau memberi putusan draw.
    Pasal 11
    1. Patik harus diberikan dua warna yaltu merah dan putih
    2. Pemilihan patik dilakukan oleh joki yang mendapatkan nomor urut pertama pada setiap terbangannya dan joki selanjutnya mengikuti patik yang didapat joki pertama tersebut,dan apabila joki salah menempati patik dan joki satunya naik patik sebelahnya maka terbangan dinyatakan sah. Serta apabila joki salah menempati patik dan joki satunya tidak naik patik maka joki yang salah patik tersebut burungnya didiskualilikasi.
    3. Pendamping joki yang menempati patik sebelah kiri, harus berada disebelah kiri jokinya dan pendamping joki yang menempati patik sebelah kanan harus berada di sebelah kanan jokinya. Pendamping joki tidak boleh melambaikan topi atau benda lainnya yang dapat mengganggu joki lawan. Burung dinyatakan kalah alau diskualilikasi setelah ada teguran maksimal 3 (tiga) kali oleh panitia yang ditunjuk.
    Pasa! 12
    Joki dan pendamping dilarang menangkap dengan sengaja merpati lawan (apabila dengan warna yang tidak sama/mirip), bilamana merpati lawan datang atau tertangkap / hinggap tanpa disengaja, maka bilamana memungkinkan joki diharuskan melepaskan merpati tersebut ke tanah secara baik-baik, joki dilarang untuk memegang atau menghalangi merpati tersebut untuk kembali ke jokinya. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dinyatakan kalah atau diskualifikasi.
    Pasal 13
    Protes harus segera diajukan selelah kejadian dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Untuk protes keputusan juri finish, yang berhak protes hanya JOKI dan ditujukan pada HAKIM JURl pada saat joki masih DI DALAM PATIK, hakim juri yang berhak menentukan protes tersebut layak diterima untuk diproses atau tidak, pada saat protes diajukan oleh joki. Pengajuan protes mengenai masalah yang lain dapat diajukan di luar patik.
    2. Lapor ke petugas panitia dengan menyebutkan nama merpati, nomor urut pelepasan.
    3. Membayar uang protes sebesar 2 (dua) kali uang pendaftaran pada babak penyisihan, dan 10 besar 5 kali uang pendaftaran, dan pada semifinal dst uang protes sebesar 10 kali, kecuali lomba Galalama 1 kali uang pendaftaran [ ditambah Rp 50.000  (lima puluh ribu rupiah) bilamana JOKI / PEMILIK dari merpati yang bersangkutan tidak dapat menunjukan KTA-PPMBSInya] dan bila keputusan dimenangkan oleh pemprotes, maka uang protes dikembalikan terkecuali uang TAMBAHAN Rp 50.000-nya tidak dapat dikembalikan.
    4. Yang berhak MEWAKILI protes didalam memberikan keterangan hanya JOKI dari merpati yang bersangkutan.
    5. Pemprotes dan lawannya harus taat pada ketentuan yang ditetapkan oieh Hakim Juri, Hakim Juri dapat membatalkan keputusan juri finish hanya setelah melihat melalui bukti rekaman video atau komputer yang ditayangkan minimal 3 (tiga) kali secara: perlahan-lahan, gambar per gambar, dan tidak dengan cara ditutup sehingga dapat dibuktikan secara jelas dan nyata pemenangnya dan hakim juri menyerahkan hasil penilaiannya secara tertulis kepada panitia. Keputusan Hakim Juri adalah MUTLAK.
    6. Jika karena sesuatu hal bukti video alau komputer tidak beriungsi, maka keputusan ditentukan oleh hasil musyawarah dari hakim juri dan wasit.
    7. Jika pemprotes tidak melanjutkan proses protesnya atau batal, maka untuk joki yang sama apabila melakukan protes pada babak selanjutnya di hari yang sama akan dikenakan biaya protes sebanyak 2 kali lipat biaya protes yang berlaku.
    8. Pemprotes sebelum melakukan protes terlebih dahulu harus membaca ketentuan yang ditetapkan, sebagai berikut :
      • Pemilik, joki, pendamping maupun pelepas dilarang keras melakukan / mengeluarkan kata-kata kotor terhadap juri, dewan juri, maupun juri  pelepas, maka apabila terjadi akan diberikan teguran sampai dengan tidak diperbolehkan melaniutkan lomba.
      • Pemilik, joki, pendamping maupun pelepas dilarang keras melakukan PEMUKULAN terhadap juri, dewan juri, dan juri pelepas, maka apabila terjadi akan dikenakan sanksi tidak boleh melanjutkan lomba dan sanksi berikutnya akan diproses oleh PPMBSI Pusat.
      • Keberatan tentang hasil protes bisa diajukan secara tertulis kepada Ketua Bidang Lomba PPMBSI Pusat.
      Pasal 14
      Jika terjadi kedua merpati berputar di tempat pelepasan, maka wasit pelepasan yang akan memutuskan untuk pelepasan merpati berikutnya, dengan ketentuan kedua merpati yang berputar tersebut tidak akan mengganggu merpati yang akan dilepaskan berikutnya tersebut, keputusan untuk kedua merpati yang berpular tersebut dinyatakan draw.
      Pasal 15
      Merpati yang dinyatakan draw berarti masuk ke babak berikutnya, kecuali pada lomba GALATAMA dan final pada lomba utama (sisa 8 merpati atau 4 nomor penerbangan) merpati harus terbang ulang sampai ada pemenangnya.
      Pasal 16
      Mulai babak perempat final, joki hanya dapat digantikan oleh joki lain yang merpatinya tidak ada di perempat final tersebut.
      Pasal 17
      Pada babak I tidak ada bye.
      Pasal 18
      Jika finalis ada 3 (tiga) merpali, maka undian menggunakan system bye dan yang mendapatkan bye langsung masuk babak berikutnya, apabila setelah pengundian terjadi hal-hal yang tidak memungkinkan untuk diterbangkan, maka hadiah dan point dibagi sebagai berikut :
      1. Yang mendapatkan bye urutan ke-1 dan ke-2 dijumlah dan hadiah dibagi 2 dan mendapatkan 1 bagian.
      2. Yang tidak mendapatkan bye jumlah 1 bagian, ditambah hadiah dan point ke-3 dibagi 2.
      Pasal 19
      Jika pada lomba sisa 5 (Jima) merpati, ternyata 3 (tiga) di antaranya dari awal satu joki, maka kelima merpati berhak mendapatkan bye dengan cara diundi di depan peserta. Demikian pula pada final sisa 3 (tiga) merpati, temyata 2 (dua) di antaranya dari awal satu joki, maka ketiga merpati berhak mendapatkan bye dengan cara diundi di depan peserta.
      Pasal 20
      Selama cuaca memungkinkan, kedua finalis wajib diterbangkan untuk menentukan juara kesatu dan kedua, kecuali ada kesepakatan kedua belah pihak mengenai point.
      Pasal 21
      Pada lomba Galatama hanya ada juara 1 (satu) dan 2 (dua) bila jumlah peserta 6 (enam) atau lebih. Bila peserta kurang cjari 6 (enam) maka juaranya hanya 1 (satu).
      Pasal 22
      Jika karena suatu hal lomba utama terpaksa dihentikan, maka keputusan panitia akan mengikuti keputusan sebagai berikut:
      1. Babak I belum selesai, maka perlombaan dianggap batal dan uang pendaftaran dari semua merpati akan dikembalikan setelah dipotong 10 (sepuluh) % untuk panitia, piagam / piala dan nilai / point tidak dibagikan.
      2. Mulai dari babak ke ll sudah berjalan sampai dengan babak lll tetapi belum selesai, lomba dihentikan, maka UANG PENDAFIARAN dibagikan kepada sisa burung yang masih ada berdasarkan nomor penerbangan setelah dipotong 10 (sepuluh) % oleh panitia (bagi merpati yang menang mendapat 1 bagian, sedangkan untuk merpati yang belum terbang akan mendapat  setengah bagian ).
      3. Mulai dari babak lV lomba dihentikan, maka jumlah UANG HADIAH dibagikan berdasarkan nomor penerbangan. Pemenang mendapat satu bagian dan yang belum terbang mendapat setengah bagian, setelah hadiah dipotong sepuluh persen (10 %) untuk panitia. Piagam tidak diberikan begitu pula pointnya, untuk piala juga hak panitia. Tapi jika sudak masuk 20 besar (merpati tinggal 20 pembalap) maka piagam, piala dapat diundi, untuk point dibagi rata.
      Pasal 23
      Panitia menentukan pasangan terbang agar berpedoman mutlak pada unsur undian terbuka, adil dan terkendali dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Kecepatan dan kelancaran lomba sebagai tujuan, sehingga pendaftaran harus ditutup pukul 1 1:00 waktu setempat atau atas ketentuan panitia.
      2. Prinsip merpati PENGDA penyelenggara berpasangan dengan merpati para undangan / tamu luar, jika merpati PENGDA panitia belum / tidak ada yang mendaftar maka sesama merpati tamu menjadi pasangannya dan oleh karena kelambatan/pebedaan waktu daftar sangat dimungkinkan pasangan dari satu PENGDA.
      3. Mulai babak perlama sampai selanjutnya (akhir), pengocokan kartu antarblok. Pertimbangan merpati yang tidak bertemu hanyalah bagi merpati yang sejak awal satu PEMILIK dan PEMILIK yang mempunyai dua joki, terkecuali jumlah LAWANNYA KURANG dari jumlah merpati satu PEMILIK tersebut dan apabila ada joki yang merpatinya dimiliki 2 atau lebih PEMILIK-nya maka sejak babak awal bisa bertemu sesuai hasil undian. (Jika terjadi dua ekor burung terakhir adalah SATU PEMILIK, maka lawan burung tersebut adalah nomor kocokan sebelumnya).
      4. Pengadukan / pengacakan kartu dilakukan oleh seorang yang dianggap jujur dan adil dan seorang dari panitia, pengambilan kartu undian selalu diambil dari kartu teratas. Setiap akan mengambil satu kartu harus dikocok lebih dahulu, kedua kartu diambil dan dipasangkan secara tertutup.
      5. Pemisahan/pemilihan kartu-kartu dengan motif memisahkan nama-nama merpati yang kuat atau yang diutamakan sangat tidak dibenarkan.
      6. Pengundian diawasi oleh seorang pengawas yang ditunjuk oleh PUSAT ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di samping meringankan tugas penyelenggara.
      7. Panitia harus menempelkan hasil babak penyisihan di papan pengumuman sehingga dapat dikontrol oleh para peserta lomba.
      Pasal 24
      Demi keberhasilan dan lancarnya lomba, bila hakim juri mendapat kesulitan di dalam membuat keputusan oleh karena ada kejadian yang tidak atau belum diatur di dalam peraturan lomba, maka panitia berhak melakukan musyawarah dengan PENGDA setempat dan Pengawas Lomba.
      Pasal 25
      Demi lancar dan tertibnya penyelenggaraan lomba maka diwajibkan setiap peserta memahami untuk kemudian mentaati peraturan dan ketentuan yang ada. Apabila terdapat butir-butir yang kurang jelas, sebelum mendaftarkan merpatinya untuk mengikuti lomba, panitia penyelenggara menganggap peserta tersebut telah memahami dan akan mentaati seluruh peratuian.
      Pasal 26
      Dilarang keras berjudi di arena lomba, pelaku bertanggung jawab atas resiko yang diakibatkan.
      Pasal 27
      Dengan ditetapkannya Peraturan Lomba Merpati Balap Sprint ini maka Keputusan Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint lndonesia Nomor KEP – 004/ PPMBSI / 2011 tentang Peraturan Lomba Merpati Balap Sprint dinyatakan tidak berlaku.
      Pasal 28
      Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.
      Ditetapkan di Surabaya
      Pada tanggal 06 Oktober 2012
      Ketua Umum PPMBSI
      ACHE SUMANTRI
      NKIA: 2608200043

    PERATURAN LOMBA MERPATI BALAP SPRINT TAHUN 2013



    1. h patik tersebut burungnya didiskualilikasi.
    1. Pendamping joki yang menempati patik sebelah kiri, harus berada disebelah kiri jokinya dan pendamping joki yang menempati patik sebelah kanan harus berada di sebelah kanan jokinya. Pendamping joki tidak boleh melambaikan topi atau benda lainnya yang dapat mengganggu joki lawan. Burung dinyatakan kalah alau diskualilikasi setelah ada teguran maksimal 3 (tiga) kali oleh panitia yang ditunjuk.
    Pasa! 12
    Joki dan pendamping dilarang menangkap dengan sengaja merpati lawan (apabila dengan warna yang tidak sama/mirip), bilamana merpati lawan datang atau tertangkap / hinggap tanpa disengaja, maka bilamana memungkinkan joki diharuskan melepaskan merpati tersebut ke tanah secara baik-baik, joki dilarang untuk memegang atau menghalangi merpati tersebut untuk kembali ke jokinya. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dinyatakan kalah atau diskualifikasi.
    Pasal 13Pasal 1
    Lomba merpati balap sprint diperuntukan hanya untuk anggota Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint lndonesia dan undangan.
    Pasal 2
    Pendaftaran merpati langsung kemeja panitia dengan mengisi formulir, isilah nama merpati, warna jantan dan betinanya, asal kota, sesuai dengan tempat dan kedudukan pemilik (ketentuan kepemilikan pada burung pada saat mengikuti lomba-lomba Nasional: setiap burung dapat berubah kepemilikannya selama musim berlomba tahun berjalan, bilamana ada perubahan maka POINT yang telah didapat TETAP dan tidak dibenarkan merpati mempunyai dua nama, apabila terjadi maka point yang telah didapat keduanya dihilangkan), nama joki, nama pemilik, Nomor Kartu Tanda Anggota dan nomor cincin.
    Pendaftaran dibuka jam 09:00 dan ditutup jam 11:00 atau jam dapat dirubah dan panitia diharuskan memberitahukan sehari sebelumnya, tidak ada pendaftaran kembali kecuali daftar ulang bagi merpati yang kalah pada babak pertama dan pendaftaran ulang harus melampirkan bukti pendaftaran pertama. lnipun tergantung dari keadaan cuaca dan jumlah peserta, jika cuaca atau jumlah peserta menurut panitia tidak memungkinkan atau melampaui batas, maka daftar ulang ditiadakan atau dibatasi.
    Pasal 3
    Setiap lomba akan dimulai, lapangan harus dikosongkan dan joki dengan didampingi satu orang pendamping untuk segera masuk patik berdasarkan nomor urut pelepasan melalui pengocokan kartu dan kartu tersebut diserahkan kepada panilia sebelum joki memasuki patiknya.
    Joki dilarang keluar patik sebelum wasit menentukan pemenangnya. Bilamana terjadi joki memasuki patik bukan pada nomor urutan yang benar, maka merpati milik joki yang salah tersebut dinyatakan kalah, sedangkan untuk kedua merpati yang ada urutan pelepasan tersebut dinyatakan draw, pelanggaran terhadap ketentuan ini dinyatakan kalah atau diskualilikasi.
    Pasal 4
    Bagi peserta yang telah menerima nomor pelepasan, segera memberangkatkan merpatinya dan apabila teriadi keterlambatan pengiriman merpati kepelepasan, dianggap mengundurkan diri atau diskualilikasi dan penerbangan dilakukan secara bertahap atau gelombang demi gelombang dan diberikan waktu untuk mengelop merpati sebelum pelepasan gelombang selanjutnya dilakukan.
    Pasal 5
    Merpati tertukar, terlepas baik sengaja atau tidak, maka merpati dinyatakan kalah. Panitia tidak memberikan toleransi atas kelalaian peserta lomba. Joki pelepas dan joki finish harus diberi rekaman nomor pelepasan oleh petugas atau panitia.
    Pasal 6
    Sebelum melepaskan merpatinya, pelepas diharuskan menyerahkan nomor urut pelepasannya ke petugas pelepasan dan kedua pelepas harus segera masuk ke dalam lingkaran patik pelepasan yang lelah tersedia dan diawasi oleh wasit pelepasan, bila merpati dilepas dengan pelepa berada di luar lingkaran patik, maka merpati tersebut dinyatakan kalah atau diskulifikasi.
    Jika merpati yang dilepas tidak mau terbang, pelepas diperbolehkan melepas kembali paling banyak 3 (tiga) kali termasuk pelepasan pertama, lebih dari itu maka merpati tersebut dinyatakan kalah atau diskualifikasi, pada saat pelepasan kembali, pelepas harus berada didalam lingkaran palik semula.
    Pasal 7
    Merpati dinyatakan sah dilepas setelah mendapat aba-aba lengkap, siap dilanjutkan bunyi peluit (priit) atau tanda bunyi yang lain oleh wasit pelepas. Wasit pelepasan berhak mendiskualifikasi pelepas yang melepas merpatinya lebih dahulu (sebelum peluit berbunyi), dengan kata lain merpati yang bersangkutan dinyatakan kalah.
    Bila terjadi kedua pelepas tidak luga melepaskan merpatinya sampai lima hitungan setelah aba-aba lengkap, maka wasit pelepas berhak mewakili kedua pelepas tersebut dan merpati dilepaskan bersama oleh wasit pelepasan.
    Pasal 8
    Setelah melepas merpatinya, pelepas tidak diperbolehkan melempar benda apapun, ke arah merpati yang dilepas dan sanksi lerhadap pelanggaran tersebut dinyatakan kalah atau didiskualifikasi.
    Pasal 9
    Merpati dinyatakan sah menang jika merpatinya lebih cepat / lebih dulu hinggap, pada siku ke bawah atau badan, kaki, ekor, sayapnya terpegang oleh joki dan joki harus berada di dalam patik, barulah wasit finish menunjuk pemenangnya (penunjukan yang terakhir). Setelah dinyatakan merpatinya menang, joki harus melaporkan atau menyebut nama merpati dan kotanya ke pengawas lomba di lapangan.
    Pasal 10
    Jika merpati jatuh di tanah atau hinggap ke penonton, maka merpati boleh diambil oleh joki dengan kedua kaki tetap berada di dalam patik. Jika kedua merpati hinggap di luar jangkauan tangan joki, tetapi masih di sekitar daerah finish, baik di penonton maupun di tenda, wasit yang memutuskan memberikan kemenangan bagi mepati yang hinggap pertama ke joki atau memberi putusan draw.
    Pasal 11
    1. Patik harus diberikan dua warna yaltu merah dan putih
    1. Pemilihan patik dilakukan oleh joki yang mendapatkan nomor urut pertama pada setiap terbangannya dan joki selanjutnya mengikuti patik yang didapat joki pertama tersebut,dan apabila joki salah menempati patik dan joki satunya naik patik sebelahnya maka terbangan dinyatakan sah. Serta apabila joki salah menempati patik dan joki satunya tidak naik patik maka joki yang sala
    Protes harus segera diajukan selelah kejadian dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Untuk protes keputusan juri finish, yang berhak protes hanya JOKI dan ditujukan pada HAKIM JURl pada saat joki masih DI DALAM PATIK, hakim juri yang berhak menentukan protes tersebut layak diterima untuk diproses atau tidak, pada saat protes diajukan oleh joki. Pengajuan protes mengenai masalah yang lain dapat diajukan di luar patik.
    1. Lapor ke petugas panitia dengan menyebutkan nama merpati, nomor urut pelepasan.
    1. Membayar uang protes sebesar 2 (dua) kali uang pendaftaran pada babak penyisihan, dan 10 besar 5 kali uang pendaftaran, dan pada semifinal dst uang protes sebesar 10 kali, kecuali lomba Galalama 1 kali uang pendaftaran [ ditambah Rp 50.000  (lima puluh ribu rupiah) bilamana JOKI / PEMILIK dari merpati yang bersangkutan tidak dapat menunjukan KTA-PPMBSInya] dan bila keputusan dimenangkan oleh pemprotes, maka uang protes dikembalikan terkecuali uang TAMBAHAN Rp 50.000-nya tidak dapat dikembalikan.
    1. Yang berhak MEWAKILI protes didalam memberikan keterangan hanya JOKI dari merpati yang bersangkutan.
    1. Pemprotes dan lawannya harus taat pada ketentuan yang ditetapkan oieh Hakim Juri, Hakim Juri dapat membatalkan keputusan juri finish hanya setelah melihat melalui bukti rekaman video atau komputer yang ditayangkan minimal 3 (tiga) kali secara: perlahan-lahan, gambar per gambar, dan tidak dengan cara ditutup sehingga dapat dibuktikan secara jelas dan nyata pemenangnya dan hakim juri menyerahkan hasil penilaiannya secara tertulis kepada panitia. Keputusan Hakim Juri adalah MUTLAK.
    1. Jika karena sesuatu hal bukti video alau komputer tidak beriungsi, maka keputusan ditentukan oleh hasil musyawarah dari hakim juri dan wasit.
    1. Jika pemprotes tidak melanjutkan proses protesnya atau batal, maka untuk joki yang sama apabila melakukan protes pada babak selanjutnya di hari yang sama akan dikenakan biaya protes sebanyak 2 kali lipat biaya protes yang berlaku.
    1. Pemprotes sebelum melakukan protes terlebih dahulu harus membaca ketentuan yang ditetapkan, sebagai berikut :
    • Pemilik, joki, pendamping maupun pelepas dilarang keras melakukan / mengeluarkan kata-kata kotor terhadap juri, dewan juri, maupun juri  pelepas, maka apabila terjadi akan diberikan teguran sampai dengan tidak diperbolehkan melaniutkan lomba.
    • Pemilik, joki, pendamping maupun pelepas dilarang keras melakukan PEMUKULAN terhadap juri, dewan juri, dan juri pelepas, maka apabila terjadi akan dikenakan sanksi tidak boleh melanjutkan lomba dan sanksi berikutnya akan diproses oleh PPMBSI Pusat.
    • Keberatan tentang hasil protes bisa diajukan secara tertulis kepada Ketua Bidang Lomba PPMBSI Pusat.
    Pasal 14
    Jika terjadi kedua merpati berputar di tempat pelepasan, maka wasit pelepasan yang akan memutuskan untuk pelepasan merpati berikutnya, dengan ketentuan kedua merpati yang berputar tersebut tidak akan mengganggu merpati yang akan dilepaskan berikutnya tersebut, keputusan untuk kedua merpati yang berpular tersebut dinyatakan draw.
    Pasal 15
    Merpati yang dinyatakan draw berarti masuk ke babak berikutnya, kecuali pada lomba GALATAMA dan final pada lomba utama (sisa 8 merpati atau 4 nomor penerbangan) merpati harus terbang ulang sampai ada pemenangnya.
    Pasal 16
    Mulai babak perempat final, joki hanya dapat digantikan oleh joki lain yang merpatinya tidak ada di perempat final tersebut.
    Pasal 17
    Pada babak I tidak ada bye.
    Pasal 18
    Jika finalis ada 3 (tiga) merpali, maka undian menggunakan system bye dan yang mendapatkan bye langsung masuk babak berikutnya, apabila setelah pengundian terjadi hal-hal yang tidak memungkinkan untuk diterbangkan, maka hadiah dan point dibagi sebagai berikut :
    1. Yang mendapatkan bye urutan ke-1 dan ke-2 dijumlah dan hadiah dibagi 2 dan mendapatkan 1 bagian.
    1. Yang tidak mendapatkan bye jumlah 1 bagian, ditambah hadiah dan point ke-3 dibagi 2.
    Pasal 19
    Jika pada lomba sisa 5 (Jima) merpati, ternyata 3 (tiga) di antaranya dari awal satu joki, maka kelima merpati berhak mendapatkan bye dengan cara diundi di depan peserta. Demikian pula pada final sisa 3 (tiga) merpati, temyata 2 (dua) di antaranya dari awal satu joki, maka ketiga merpati berhak mendapatkan bye dengan cara diundi di depan peserta.
    Pasal 20
    Selama cuaca memungkinkan, kedua finalis wajib diterbangkan untuk menentukan juara kesatu dan kedua, kecuali ada kesepakatan kedua belah pihak mengenai point.
    Pasal 21
    Pada lomba Galatama hanya ada juara 1 (satu) dan 2 (dua) bila jumlah peserta 6 (enam) atau lebih. Bila peserta kurang cjari 6 (enam) maka juaranya hanya 1 (satu).
    Pasal 22
    Jika karena suatu hal lomba utama terpaksa dihentikan, maka keputusan panitia akan mengikuti keputusan sebagai berikut:
    1. Babak I belum selesai, maka perlombaan dianggap batal dan uang pendaftaran dari semua merpati akan dikembalikan setelah dipotong 10 (sepuluh) % untuk panitia, piagam / piala dan nilai / point tidak dibagikan.
    1. Mulai dari babak ke ll sudah berjalan sampai dengan babak lll tetapi belum selesai, lomba dihentikan, maka UANG PENDAFIARAN dibagikan kepada sisa burung yang masih ada berdasarkan nomor penerbangan setelah dipotong 10 (sepuluh) % oleh panitia (bagi merpati yang menang mendapat 1 bagian, sedangkan untuk merpati yang belum terbang akan mendapat  setengah bagian ).
    1. Mulai dari babak lV lomba dihentikan, maka jumlah UANG HADIAH dibagikan berdasarkan nomor penerbangan. Pemenang mendapat satu bagian dan yang belum terbang mendapat setengah bagian, setelah hadiah dipotong sepuluh persen (10 %) untuk panitia. Piagam tidak diberikan begitu pula pointnya, untuk piala juga hak panitia. Tapi jika sudak masuk 20 besar (merpati tinggal 20 pembalap) maka piagam, piala dapat diundi, untuk point dibagi rata.
    Pasal 23
    Panitia menentukan pasangan terbang agar berpedoman mutlak pada unsur undian terbuka, adil dan terkendali dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Kecepatan dan kelancaran lomba sebagai tujuan, sehingga pendaftaran harus ditutup pukul 1 1:00 waktu setempat atau atas ketentuan panitia.
    1. Prinsip merpati PENGDA penyelenggara berpasangan dengan merpati para undangan / tamu luar, jika merpati PENGDA panitia belum / tidak ada yang mendaftar maka sesama merpati tamu menjadi pasangannya dan oleh karena kelambatan/pebedaan waktu daftar sangat dimungkinkan pasangan dari satu PENGDA.
    1. Mulai babak perlama sampai selanjutnya (akhir), pengocokan kartu antarblok. Pertimbangan merpati yang tidak bertemu hanyalah bagi merpati yang sejak awal satu PEMILIK dan PEMILIK yang mempunyai dua joki, terkecuali jumlah LAWANNYA KURANG dari jumlah merpati satu PEMILIK tersebut dan apabila ada joki yang merpatinya dimiliki 2 atau lebih PEMILIK-nya maka sejak babak awal bisa bertemu sesuai hasil undian. (Jika terjadi dua ekor burung terakhir adalah SATU PEMILIK, maka lawan burung tersebut adalah nomor kocokan sebelumnya).
    1. Pengadukan / pengacakan kartu dilakukan oleh seorang yang dianggap jujur dan adil dan seorang dari panitia, pengambilan kartu undian selalu diambil dari kartu teratas. Setiap akan mengambil satu kartu harus dikocok lebih dahulu, kedua kartu diambil dan dipasangkan secara tertutup.
    1. Pemisahan/pemilihan kartu-kartu dengan motif memisahkan nama-nama merpati yang kuat atau yang diutamakan sangat tidak dibenarkan.
    1. Pengundian diawasi oleh seorang pengawas yang ditunjuk oleh PUSAT ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di samping meringankan tugas penyelenggara.
    1. Panitia harus menempelkan hasil babak penyisihan di papan pengumuman sehingga dapat dikontrol oleh para peserta lomba.
    Pasal 24
    Demi keberhasilan dan lancarnya lomba, bila hakim juri mendapat kesulitan di dalam membuat keputusan oleh karena ada kejadian yang tidak atau belum diatur di dalam peraturan lomba, maka panitia berhak melakukan musyawarah dengan PENGDA setempat dan Pengawas Lomba.
    Pasal 25
    Demi lancar dan tertibnya penyelenggaraan lomba maka diwajibkan setiap peserta memahami untuk kemudian mentaati peraturan dan ketentuan yang ada. Apabila terdapat butir-butir yang kurang jelas, sebelum mendaftarkan merpatinya untuk mengikuti lomba, panitia penyelenggara menganggap peserta tersebut telah memahami dan akan mentaati seluruh peratuian.
    Pasal 26
    Dilarang keras berjudi di arena lomba, pelaku bertanggung jawab atas resiko yang diakibatkan.
    Pasal 27
    Dengan ditetapkannya Peraturan Lomba Merpati Balap Sprint ini maka Keputusan Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint lndonesia Nomor KEP – 004/ PPMBSI / 2011 tentang Peraturan Lomba Merpati Balap Sprint dinyatakan tidak berlaku.
    Pasal 28
    Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.
    Ditetapkan di Surabaya
    Pada tanggal 06 Oktober 2012
    Ketua Umum PPMBSI
    ACHE SUMANTRI
    NKIA: 2608200043

      x